Google

Saturday 26 January 2008

TUHAN MENOLONG TEPAT PADA WAKTUNYA

KESAKSIAN Ibu Linda Pratomo.

Saya mengalami masalah piutang yang sangat besar, karena toko yang saya hutangi tidak bisa membayar hutang pada saya tepat waktu, karena dia tidak dibayar pelanggannya. Dia
menyatakan dirinya bangkrut. Padahal semua notasudah jatuh tempo dan pelanggan saya minta maaf karena tidak sanggup membayar. Rencananya, dia hanya akan mencicil setiap hari, dengan jumlah yang sedikit, padahal hutang saya ke supplier sudah jatuh tempo dan harus dibayar. Saya tidak tahu harus bagaimana, semua aset yang saya punya seandainya dijual pun tidak bisa menutupi hutang-hutang saya. Akhirnya saya berpuasa. Saya berkata kepada Tuhan, “Tuhan, saya tidak akan berhenti berpuasa, sampai saya mendapati jalan keluar.” Saat menjalani puasa, saya mendapat ayat di Amsal 16:9, “Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.” Dari firman itu, saya mendapatkan kekuatan, dan Tuhan pun mulai membuka jalan. Suatu malam saya dipanggil pelanggan saya yang memiliki toko yang cukup ramai, di Wonosari. Dia berkata, “Kamu kelola toko saya, sekarang saya tidak punya waktu,” Saya kaget saat mendengar pernyataan itu, saya sadar ternyata Tuhan masih sayang pada saya. Hati saya berkata, “Akhinya ada setapak awan yang muncul. “ Saya mulai bisa menata cash flow, karena saya setiap hari ada penjualan tunai. Saya mulai tenang. Namun,
ketenangan itu tidak berlangsung lama, ada orangorang yang tidak senang melihat saya mulai bangkit. Mereka mengisukan bahwa toko saya mulai bangkrut, dan beberapa orang disuruh berhati-hati agar tidak mengambil barang di toko saya. Berawal dari isu tersebut supplier saya mulai ketakutan dan mulai jauh dari saya satu persatu. Selanjutnya saya datang pada Tuhan. Saya berkata, “Gawat nih Tuhan, kalau begini terus. Sampai kapan saya bisa tahan.” Lalu Tuhan berbicara pada saya dalam Mazmur 55:23, “Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan. Maka ia akan memelihara engkau, tidak untuk selama-lamanya dibiarkannya orang benar itu goyah.” Tindakan selanjutnya yang saya lakukan, malam hari saya keliling ke rumah supplier agar mereka mau menyediakan barang-barang lagi. Hasilnya, ada yang bilang tidak berani. Saya mulai sedih dan agak patah semangat. Namun untungnya, Tuhan berbicara lagi melalui kitab Amsal 17:22, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” Dari firman inilah akhirnya saya bersemangat lagi. Setiap malam saya berkeliling ke tempat para supplier untuk meyakinkan mereka. Dari usaha ini, ada satu supplier yang percaya, dan berkata, “Kamu boleh ambil barang pagi, sorenya kamu setor BG yang kamu dapat.” Saya diberi waktu selama, 1,5 bulan kerjasama dengan cara seperti itu. Tuhan menolong saya, barang yang saya jual laris. Tuhan juga beri janji di Yesaya 49:17, “Orangorang yang membangun engkau datang bersegera, tetapi orang-orang yang merombak dan merusak engkau meninggalkan engkau.” Paginya, setelah saya mendapat ayat itu, supplier yang baru berdatangan menawarkan barang. Saya pun berbicara jujur kepada setiap mereka, “Pak, apa
bapak ngga takut, kalau saya tidak bisa bayar?”
Bapak tersebut menjawab, “Saya percaya, kamu pasti bisa bayar. “ Saya kaget mendengar jawaban itu. Rasanya aneh, kalau bukan Tuhan yang menggerakkan hati mereka, pasti tidak mungkin. Pertolongan Tuhan bukan hanya berhenti di sana. Kemudian ada teman yang sama-sama bisnis barang-barang elektronik datang ke toko saya, dia bertanya, “Tokomu kok tidak penuh? Kalau aku titip barang gimana? Kalau laku baru kamu bayar ke saya.” Pelanggan yang dulu saya supply, kini mau membantu menyupply saya. Yesaya 49:23B jadi kenyataan dalam hidup saya, “Orang-orang yang menanti-nantikan Aku, tidak akan mendapat malu.”
Benar, bahwa Tuhan tidak mempermalukan saya. Ternyata Tuhan buka jalan bagi saya. Saya
mengalami mujizat dan musim yang aneh. Musim hujan, toko-toko pada sepi, tapi saya mengalami hujan berkat. Banyak toko yang membeli barang saya dengan cash.

Ternyata lewat masalah ini:
1. Saya diajari tentang hati hamba, merendahkan
diri, tidak sombong.
2. Saya dididik untuk mengasihi orang-orang yang
membuat saya susah dan mendoakan mereka.




No comments: